JAKARTA — Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung mengaku mendapat banyak cacian, hinaan, dan kecaman publik setelah resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Rocky menyampaikan pengakuan tersebut dalam acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Pernyataannya disampaikan dengan nada berkelakar ketika ia meminta Kepala Bakom yang baru, Syahganda Nainggolan, membantu memulihkan nama baiknya di mata publik.
“Saya sudah tiga hari dicaci, dihina, dilecehkan, dan nggak ada satu pun yang belain gue,” ujar Rocky. Pernyataan itu mengundang tawa dari hadirin. <escape>Sumber: JawaPos.com, 7 Oktober 2026</escape>
DARI PENGKRITIK KEKUASAAN, KINI DUDUK DI LINGKARAN ISTANA
Rocky Gerung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres pada Jumat (2/10/2026), di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatannya menjadi perhatian karena selama bertahun-tahun Rocky dikenal sebagai salah satu pengamat yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah dan kebijakan politik nasional.
Keputusan tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan konsistensi sikap Rocky setelah kini bergabung dalam lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Sebagian lainnya berharap ia tetap mempertahankan sikap kritis meskipun telah berada di lingkungan pemerintahan. <escape>Sumber: IDN Times</escape>
Sorotan tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi seorang tokoh publik ketika berpindah dari posisi pengamat di luar pemerintahan menuju jabatan resmi di lingkaran kekuasaan.
ROCKY: SAYA HANYA PINDAH DARI LUAR KE DALAM
Menanggapi kritik atas keputusannya menerima jabatan tersebut, Rocky menegaskan bahwa posisinya yang berubah tidak berarti pandangan dan sikapnya ikut berubah.
Ia sebelumnya menyatakan bahwa dirinya hanya berpindah dari luar ke dalam pemerintahan, sementara sikap dan pandangannya tetap dipertahankan.
Rocky juga menjelaskan bahwa dirinya menerima tawaran tersebut agar pemikiran dan argumentasinya dapat disampaikan secara langsung kepada Presiden, tanpa harus selalu melalui forum diskusi publik atau media massa.
Ia membantah anggapan bahwa reputasi dan pandangan kritisnya ditukar dengan fasilitas atau jabatan pemerintahan. <escape>Sumber: IDN Times, 6 Oktober 2026</escape>
WANTIMPRES DIHARAPKAN TETAP KRITIS TERHADAP KEBIJAKAN
Rocky menegaskan bahwa Wantimpres tidak sekadar menjadi lembaga pendukung pemerintah, tetapi juga memiliki fungsi memberikan pertimbangan secara kritis terhadap kebijakan Presiden.
Menurutnya, tugas tersebut berkaitan dengan kemampuan membaca persoalan secara mendalam, menilai dampak kebijakan, serta memberikan masukan berdasarkan pertimbangan etis dan argumentasi yang terukur.
Pernyataan itu menjadi penting di tengah sorotan publik terhadap perubahan posisi Rocky. Pertanyaan yang kemudian muncul bukan hanya mengapa ia menerima jabatan tersebut, melainkan juga bagaimana ia akan menjalankan perannya ketika kebijakan pemerintah membutuhkan evaluasi atau koreksi.
ANTARA melaporkan bahwa Rocky menegaskan fungsi Wantimpres adalah bersikap kritis terhadap kebijakan, dengan pertimbangan yang disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pengambilan keputusan. <escape>Sumber: ANTARA News, 2 Oktober 2026</escape>
UJIAN KONSISTENSI DI TENGAH SOROTAN PUBLIK
Bagi Rocky Gerung, tiga hari pertama setelah pelantikan menjadi masa ketika keputusannya bergabung dengan Wantimpres menuai reaksi luas. Namun, pernyataannya mengenai cacian dan hinaan tersebut tidak dengan sendirinya menggambarkan sikap seluruh masyarakat Indonesia. Reaksi publik yang terlihat di media sosial tetap beragam.
Pada akhirnya, konsistensi Rocky akan dinilai melalui sikap dan pertimbangan yang ia sampaikan dalam menjalankan tugasnya. Publik akan menantikan apakah ia tetap berani menyuarakan pandangan kritis ketika berhadapan langsung dengan persoalan kebijakan pemerintah.
Peralihan dari pengkritik menjadi penasihat Presiden bukan sekadar perubahan posisi. Langkah tersebut juga membawa tanggung jawab untuk membuktikan bahwa kritik, argumentasi, dan prinsip yang selama ini disuarakan tetap memiliki tempat dalam proses pengambilan keputusan.
Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal: mampukah Rocky Gerung mempertahankan sikap kritisnya setelah berada di dalam lingkaran kekuasaan? Jawabannya akan terlihat dari rekam jejaknya dalam menjalankan tugas sebagai anggota Wantimpres, bukan semata-mata dari polemik setelah pelantikan.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan laporan media yang terbit pada 2–8 Oktober 2026. Kutipan langsung dan detail peristiwa sebaiknya diperiksa kembali terhadap sumber asli sebelum diterbitkan.





Tinggalkan Balasan