Breaking News

KDM TARGETKAN 2027 JAWA BARAT TAK LAGI PUNYA JALAN BERLUBANG, 400 UNIT KENDARAAN DISIAPKAN

5dcdc3a4 4134 440f 965b E02f98ad3747
Bagikan
Lihat Tersimpan

BANDUNG, JAWA BARAT — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menargetkan persoalan jalan berlubang di Jawa Barat dapat dituntaskan pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan keselamatan, kelancaran transportasi, dan pemerataan akses antarwilayah.

Dalam rencana percepatan tersebut, Dedi menyoroti sejumlah daerah yang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur, di antaranya Sukabumi, Cianjur, dan Garut.

Salah satu langkah yang disampaikan adalah menyiapkan sekitar 400 unit kendaraan untuk mendukung pekerjaan konstruksi jalan. Kendaraan tersebut direncanakan ditempatkan di tingkat kecamatan agar pelaksanaan pekerjaan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan penanganan.

“Targetnya adalah 2027 di Jawa Barat tidak ada lagi jalan berlubang dari sisi infrastruktur,” tegas Dedi.

400 UNIT KENDARAAN UNTUK PERCEPAT PERBAIKAN

Rencana penempatan kendaraan di tingkat kecamatan diharapkan dapat mendukung percepatan pekerjaan infrastruktur, terutama dalam penanganan jalan rusak yang membutuhkan respons cepat.

Dengan dukungan peralatan yang lebih dekat ke lokasi pekerjaan, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan perbaikan serta mempercepat penanganan kerusakan jalan di berbagai wilayah.

Meski demikian, keberhasilan program tersebut akan bergantung pada kesiapan kendaraan, ketersediaan anggaran, tenaga teknis, serta koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

PENGADAAN MATERIAL DIDORONG LEBIH LANGSUNG

Selain menyiapkan kendaraan, Dedi juga menyampaikan rencana kerja sama pengadaan material konstruksi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Material yang dibutuhkan antara lain pasir, batu pecah atau split, serta semen. Pengadaan secara langsung diharapkan dapat membantu efisiensi biaya dan memperlancar pasokan material untuk pekerjaan jalan.

Namun, efisiensi tersebut perlu didukung perencanaan kebutuhan yang akurat, pengawasan mutu material, serta proses pengadaan yang transparan dan sesuai ketentuan.

Kualitas konstruksi juga menjadi faktor penting. Perbaikan jalan tidak cukup hanya menutup lubang, tetapi perlu memperhatikan kondisi dasar jalan, sistem drainase, dan daya tahan permukaan agar kerusakan tidak cepat berulang.

SUKABUMI, CIANJUR, DAN GARUT JADI PERHATIAN

Sukabumi, Cianjur, dan Garut termasuk daerah yang disoroti dalam kebutuhan dukungan pembangunan infrastruktur. Penanganan jalan di wilayah-wilayah tersebut penting untuk mendukung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, kegiatan usaha, serta akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan.

Persoalan jalan rusak juga membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas. Jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota memiliki kewenangan penanganan yang berbeda sehingga koordinasi antarpemerintah diperlukan agar perbaikan berjalan tepat sasaran.

Pemerintah perlu memastikan bahwa prioritas tidak hanya diberikan pada ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan, tetapi juga mempertimbangkan akses masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

TARGET 2027 AKAN DIUJI OLEH KUALITAS PEKERJAAN

Target Jawa Barat bebas jalan berlubang pada 2027 menjadi tantangan besar yang membutuhkan perencanaan matang dan pengawasan berkelanjutan.

Keberhasilannya tidak cukup diukur dari banyaknya kendaraan yang disiapkan atau jumlah proyek yang dikerjakan. Kondisi jalan setelah diperbaiki, ketahanan konstruksi, pemerataan antarwilayah, dan keselamatan pengguna jalan juga perlu menjadi ukuran keberhasilan.

Masyarakat pun memiliki peran dalam mengawasi pelaksanaan proyek, mulai dari kesesuaian pekerjaan dengan rencana, kualitas material, hingga penggunaan anggaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya juga menegaskan bahwa konektivitas jalan dari tingkat nasional hingga desa merupakan bagian dari prioritas pembangunan pada 2027. <escape>Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Jawa Barat, 7 Agustus 2026</escape>

Targetnya jelas: jalan lebih aman, perjalanan lebih lancar, dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Jawa Barat. Kini, pelaksanaan program dan kualitas hasil pekerjaan akan menjadi penentu apakah target 2027 tersebut dapat tercapai.

Catatan redaksi: Rencana 400 unit kendaraan dan kutipan target bebas jalan berlubang dalam naskah ini mengikuti informasi yang Anda berikan. Sebelum diterbitkan, sebaiknya konfirmasi kembali pernyataan tersebut melalui sumber resmi dan periksa detail pelaksanaan program.

Penulis

admin@rrkdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *